Wisata ke Pangandaran

Pangandaran  tempat wisata yang sudah lama menjadi salah satu obyek wisata yang ingin saya kunjungi. Saya masih ingin menikmati obyek wisata di P. Jawa yang tidak banyak menghabiskan  waktu yang lama.

Perjalanan ke sana membutuhkan waktu tempuh sekitar 8-10  jam dari Jakarta,  jadi harus butuh persiapan  kebutuhan selama diperjalanan. Saya tidak ingin repot mencari makan ditengah perjalanan jadi saya membawa bekal dan ternyata sangat bermanfaat karena kami sampai di hotel  Pangandaran hampir tengah malam yang pada waktu itu rumah makan sudah tutup.

Untuk masalah makan, sarapan sudah disediakan di hotel tapi untuk waktu makan yang lain kita bisa makan diluar. Sayangnya makan ditempat wisata tidak selamanya sesuai dengan selera kadang malah dimasak seadanya dan yang lebih menyedihkan harganya tidak sesuai dengan rasanya.  Saya sarankan kalau ada bekal yang awet dari rumah lebih baik kita bawa karena kita tidak akan ketergantungan dengan tempat makan di luar, selain masalah selera juga bisa berhemat. Kalau ada rice cooker yang buat traveling lebih bagus lagi, jadi tidak setiap makan kita makan di luar. Cari kamar hotel yang ada lemari es akan sangat membantu.

Pengalaman perjalanan dari Jakarta ke Pangandaran cukup menyenangkan dan melelahkan. Oleh karena suami sudah pernah kesana jadi saya tidak begitu banyak mencari informasi tentang peta arah ke tempat yang dituju,  apalagi dengan modal GPS, saya sudah cukup merasa tenang. Perjalanan menuju ke sana melewati tol  Jakarta Cikampek dan melewati Tol Cipali, jalan tol yang baru dibuka dan masih sepi, pernah suatu waktu hanya mobil kami saja yang ada tidak ada mobil  lain sejauh mata memandang. Pemandangan  cukup langka buat saya yang sehari-hari berhadapan dengan kemacetan.

Petunjuk hasil dari  print out dari goole map tidak selamanya sesuai dengan kenyataan, pintu tol yang disebut sebagai pintu keluar tidak juga kami jumpai, oleh sebab itu saya pakai GPS untuk memandu selama perjalanan. GPS bisa diandalkan untuk menjadi petunjuk jalan tapi tidak 100 % ,  perjalanan menuju ke Pangandaran ini kami mengalami yang namanya tersesat. Mengikuti GPS boleh-boleh saja tapi kita jangan mengikuti 100 % karena GPS akan mengambil jalan apapun untuk mencapai tujuan, termasuk jalan-jalan kecil yang jarang dilalui oleh umum termasuk mendaki gunung.

 

 bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: