Etos Kerja dan Mengatur Keuangan dalam Islam

Etos Kerja dan Mengatur Keuangan dalam Islam

Islam menuntut setiap umat nya agar menjadi Muslim yang produktif. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika kiamat hampir datang sedangkan ditangan salah seorang dari kamu ada biji benih yang hendak ditanamnya, maka jika dia mampu hendaklah dia menanamnya” (Hadist riwayat Bukhari dan Imam Ahmad).

Betapa agungnya ajaran agama ini yang mengajarkan kepada kita agar bekerja seakan-akan hidup selama-lamanya dan beribadah seakan-akan kita akan mati esok hari. Jika umat Islam betul-betul berkomitmen terhadap ajaran Islam, maka tidak akan ada orang Islam yang miskin dan terbelakang.
Jika bencana kemiskinan melanda maka penyakit sosial akan merebak. Dan kita lihat tidak sedikit orang Islam yang rela anak-anaknya tidak berpendidikan, bodoh dan rusak oleh gejala sosial. Semua ini berawal dari kemalasan dan gaya hidup yang tidak produktif.

Menurut oleh Jabir bin Abdullah, pada suatu ketika saat berada di majelis Rasulullah, tiba-tiba datang seorang laki-laki membawa sebatang emas sebesar telur, lalu dia berkata : “Wahai Rasulullah ambillah ini sebagai sedekah dariku, dan demi Allah aku tidak memiliki harta yang lain selain ini. Tetapi Rasulullah enggan menerimanya.

Kemudian laki-laki itu datang kembali sambil menunjukkan batang emas tersebut. Rasulullahpun bersabda: “ Bawalah kemari ! Rasulullah mengambilnya dan dengan bersikap marah lalu dilemparkan batang emas itu dengan kuat, yang jika mengenai laki-laki itu pasti akan terasa sakit. Kemudian Rasulullah bersabda :

“Adakalanya seseotrang diantara kamu membawa hartanya semua padahal dia tidak memiliki selain itu. Kemudian setelah itu dia keliling meminta-minta pada orang. Ingatlah sesungguhnya sedekah itu dikeluarkan dari harta yang lebih. Ambillah batang emas itu. Kami tidak memerlukannya “. (hadits riwayat Abu Daud dan AlHakim).

Berlebihan dalam mengeluarkan uang belanja hingga terpaksa meminta-minta kepada orang lain adalah perbuatan yang dibenci oleh Rasulullah. Kita sering mendengar orang yang memiliki sifat boros dalam berbelanja sehingga gajinya tidak cukup untuk sebulan. Akhirnya dia terpaksa berhutang dan meminta-minta kesana kemari.
Jika kita merenungi hadits Rasulullah tadi, jelas dengan tegas beliau memarahi orang yang tidak mengatur keuangannya.
Betapa pentingnya umat Islam mengatur keuangan dan mengurus harta benda yang dimilkinya, agar umat Islam tidak jatuh kedalam lembah kemiskinan dan menjadi umat yang lemah dan bergantung pada bangsa lain.

Sumber Harian Republika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: