Wisata ke Gunung Bromo

Liburan usai lebaran kemarin saya dan keluarga mampir untuk jalan-jalan ke gunung Bromo. Ini untuk yang ke dua kali sebelumnya kami juga pernah pergi ke sana waktu anak masih berumur 1 tahun. Padahal bagi pengunjung disarankan untuk tidak membawa anak balita jalan-jalan ke Bromo. Kami pergi menggunakan travel yang menjemput kami dari hotel Niagara di Lawang sekitar jam 01.00  malam, katanya tujuan jalan-jalan ke Bromo salah satunya melihat sunrise jadi jauh sebelum subuh kami harus sudah disana . Ini yang membuat wisata ke Bromo ini  terasa berat. soalnya kita ingin rekreasi tapi harus menahan kantuk untuk berangkat ke sana.

Diperjalanan  supir travel yang ramah menyapa dan bertanya kenapa menginap di hotel  itu ? “loh memangnya kenapa ?” tanya saya . Hotel itukan terkenal angker ??  . Tapi  tidak ada apa-apa selama kami menginap dua malam di hotel itu. Memang hotel Niagara adalah gedung 5 lantai yang dibangun sejak jaman Belanda, ini bisa terlihat dari bentuk bangunan. Langit-langit bangunan yang tinggi dengan ruangan yang luas ditambah pintu dan jendela yang besar-besar terbuat dari kayu jati terlihat sangat antik.  Hampir semua bagian bangunan, interior dan perabot masih asli tebuat dari kayu jati, bahkan langit-langit restoran yang berada di belakang ruang resepsionis terbuat dari kayu jati. Bagi yang senang dengan yang antik, cobalah menginap di hotel ini, kita serasa seperti hidup dijaman Belanda.

Pembicaraan tentang hotel itu membuat rasa kantuk menjadi hilang untuk sementara, karena saya juga tidak percaya dan tidak antusias akhirnya saya pun tertidur selama perjalanan dan tidak sampai dua jam kami sudah sampai di suatu tempat yang merupakan jalan masuk ke daerah wisata, suasana masih gelap karena masih jam 3.00 pagi  tapi sudah banyak orang, ramai sekali. Turun dari mobil udara terasa sangat dingin, beberapa pedagang asongan menawarkan sarung tangan, tutup kepala, syal, kaus kaki, masker. Memang semua perlengkapan ini dibutuhkan karena kami masih harus naik lagi dan udara semakin dingin.  Suasana yang ramai dengan orang yang berpakaian lengkap seperti orang yang ingin pergi ke kutub, jaket tebal, tutup kepala yang terbuat dari rajutan, sarung tangan, kaus kaki, syal tujuannya sama wisata ke Bromo.

Obyek wisata di Bromo ada empat yaitu melihat sunrise di Penanjakan, savana (padang rumput) dengan pemandangan bukit teletabis, padang dan bukit pasir atau sering disebut Pasir Berbisik, dan kawah gunung dengan 250 anak tangga.

Perjalanan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan Mobil Jeep 4500 cc, karena jalan menanjak yang terjal dan berkelok-kelok hanya memungkinkan menggunakan kendaraan yang bertenaga tinggi. Saya duduk di depan, dengan lampu mobil yang terlihat hanya sekitar sampai beberapa meter saja, pemandangan sekelilingnya gelap gulita. Tujuan pertama adalah penanjakan, tempat yang agak tinggi untuk melihat sunrise dan pemandangan disekitar Gunung Bromo.

Tidak berapa lama kami sampailah di suatu tempat yang semakin dingin, ini adalah tempat naik ke Penanjakan. Kami jalan menanjak menapaki bukit Penanjakan, di kiri kanan jalan berderet kios-kios tempat makan, kios menjual sovenir dan perlengkapan penangkal dingin. Untuk pertama kali saya lihat beberapa jaket di gantung bukan untuk dijual tapi untuk di sewa. Kamipun berjalan menanjak menuju puncak bukit yang mulanya merupakan jalan mendaki dan bagian akhirnya dibuat tangga yang terbuat dari batu. Atas bukit yang berupa pelataran yang tersusun dari batu tembok berbentuk lingkaran yang bagian pinggir bukit diberi pagar untuk keamanan. Pelataran itu juga dibuat kursi-kursi panjang yang susunannya menyerupai susunan kursi dihadapan panggung hanya beberapa baris. Waktu itu kursi sudah hampir penuh terisi, kami duduk di salah satu kursi yang masih kosong.

Kamipun ikut duduk menunggu ditengah suasana yang dingin, gelap, banyak orang dengan beberapa beberapa berkas cahaya yang berasal dari lampu senter atau HP yang mirip suasana di bioskop.
Sudah beberapa menit kami menunggu ditengah kedinginan dini hari, belum juga ada tanda matahari akan terbit karena jam masih menunjukan pukul 4.30 lebih. Baru sadar kalau menunggu sunrise berarti waktu sholat subuh akan terlewat. Kami pun akhirnya turun lagi tidak berfikir tentang sunrise akan muncul pukul berapa, yang penting sholat. Ditengah keramaian orang kami turun dan mencari tempat sholat dan berwudhu dengan air yang sangat dingin. Karena sangat dinginnya telapak tangan terasa beku dan kebal hampir tidak bisa merasa apapun yang dipegang. Wuih… tidak terbayangkan bagaimana dinginnya udara di kutub.

Bagi muslim perlu mengetahui kawasan di Bromo dihuni oleh suku Tengger yang beragama Hindu jadi kita tidak akan menemukan mesjid ataupun mushola disana. Tapi karena sering ada yang menanyakan tempat sholat maka di Penanjakan ada beberapa bangunan yang berupa ruangan kecil yang disulap jadi tempat sholat yang hanya bisa jadi tempat 2 sampai 4 orang. Masalah makan di sana perlu hati-hati dalam hal kehalalan misalnya yang mengandung daging.

Balik ke atas bukit ternyata sunrise belum terjadi, Alhamdulillah. Orang-orang pada berkerumun dan menghadap arah sebelah kiri kursi, ya pemandangan sunrise tidak sesuai dengan arah hadap kursi, sunrise dapat dilihat dengan arah di sebelah kiri, orang-orang sudah siap dengan peralatan kamera menunggu sang mentari muncul. Oleh karena saat itu liburan lebaran pas hari minggu lagi suasana penanjakan cukup ramai, jadi untuk melihat sunrise orang-orang berebut posisi untuk berdiri yang paling tinggi. Tidak berapa lama pinggir langit perlahan-lahan terang . Tiba-tiba muncul bola api mulai bergerak naik keatas, awalnya hanya pinggirnya saja. Seperti makluk hidup bola api itu bergerak naik keatas melewati horison dan akhirnya muncul penuh dan menerangi alam, terang dan menyilaukan, semua orang berteriak gembira mirip orang-orang menyambut seorang bintang. Kalau mau mendokumentasikan sunrise paling bagus dengan handycam jadi bisa berbentuk film.

One response to this post.

  1. Luar biasa ceritanya..🙂

    Visit back yah di blog kami Paket Wisata Bromo

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: