Hati-hati dengan Dokter (2)

Siapa yang ingin sakit, tapi tetap saja kita/keluarga bisa saja sakit tiba-tiba. Usaha untuk tetap sehat harus kita lakukan dengan menjaga pola hidup sehat seperti pola makan yang sehat, gaya hidup yang sehat dan menghindari stress.  Menambah pengetahuan tentang kesehatan secara otodidak sangatlah perlu sehingga kita bisa mengatasi masalah ini dengan tepat. Sekarang ini sudah seharusnya kita tidak menyerahkan masalah kesehatan  sepenuhnya  kepada pihak medis. Ini ada sharing dan masukan yang bisa kita jadikan hikmah dalam menghadapi masalah kesehatan. Mudah-mudahan bermanfaat

[Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Hati-hati dengan dokter?
nano

Tue, 24 Mar 2009 22:19:57 -0700

Cerita tersebut memang kadang-2 ada benarnya, namun tidak semua dokter
berperilaku seperti pada cerita itu. Saya bukan dokter, namun punya
banyak teman dokter dari hoby badminton. Sebagian besar dokter-2 teman
main badminton saya di IDI, dan medicare badminton club yg
beranggotakan dokter-2 dan tenaga medis, mereka masih menjunjung
tinggi etika profesi, moralnya masih baik.

Dokter yang melanggar etika profesi dan punya kebiasaan menjadi
semacam agen penjual obat pabrikan adalah mereka yang tinggal di
kota-2 besar. Mereka itu layaknya tenaga pemasaran perusahaan obat yg
akan menjual sebanyak-banyaknya obat demi komisi penjualan yang
didapatkan.

Pengalaman saya, sehubungan dengan anak dan istri yang pernah di rawat
di rumah sakit di Malang adalah memang perlu pasien dan keluarganya
mengetahui tentang obat yang diberikan oleh dokter dan perawatnya.
Fungsi keluarga sebagai penjaga pasien adalah untuk kontrol obat yg
diberikan, bukan hanya sekedar menemani.
Juga agar perawat asal jangan main suntik semaunya ke pasien tanpa
diketahui apa yang disuntikan. Saya pernah mendengar cerita dari
seorang pasien yang selamat di rumah sakit tersebut. Beberapa bulan
sebelumnya dirawat di RS yg sama, ketika tengah malam dia terbangun
dan menolak disuntik oleh perawat, pasien-2 lain yang disuntik
sebagian tewas tidak begitu lama. Singkat cerita perawat itu melakukan
percobaan obat tertentu atas pesanan dari salah satu perusahaan
farmasi, dan sebagai kelinci percobaannya adalah pasien rumah sakit.
Gila…

Pasien sebelah kamar rumah sakit tempat istri dirawat, untuk penyakit
yg sama Demam Berdarah, ambil kelas yang sama, adalah contoh salah
satu pasien yang “dikerjai/diporotin” dokter karena setiap diberikan
obat jawab “Iya saja”. Caranya dengan memberikan obat-2 yang sangat
mahal, cairan infus 10x lebih mahal karena harus dibeli di apotek
milik dokter, tiap hari tes darah yang lengkap di lab punya dokter
juga, macam obatnya banyak sekali, juga masa perawatan lebih lama.

Saat dokter menulis resep saya selalu menanyakan fungsi masing-2 obat
yang diberikan, kadang-2 saya menanyakan macam-2 obat serupa dari
perusahaan obat lain. Saya tidak akan setuju begitu saja atas resep
yang diberikan oleh dokter, bahkan kadang-2 sampai disuruh
menandatangani pernyataan penolakan obat tertentu karena saya
menolaknya. Alasan saya menolak adalah dari informasi
bahwa obat tersebut di Amerika sudah tidak boleh digunakan. Informasi-2
tersebut saya dapatkan dari milis sehat yahoogroups, buku ensikopedi
kedokteran, buku-2 kesehatan yang diterbitkan gramedia, ringkasan
majalah intisari dan lain-2. Terbukti memang sangat membantu.

Yang lebih hati-hati adalah jika anak sakit jangan sembarangan
diberikan obat dari dokter. Kebanyakan yang dilakukan dokter, dalam
setiap penyakit pasien diberi antibiotik. Ibaratnya apapun sakitnya,
obatnya antibiotik. Makin sering diberi antibiotik makin rentan daya
tahan tubuh si anak, makin sering sakit dan kembali ke dokter. Dokter
terkenal dan mahal, yang pasiennya banyak, biasanyamemakai obat impor
dan dosis tinggi, juga belum tentu baik bagi pasien.

Zaman sekarang kadang-2 punya dokter yang terkenal mahal dijadikan
kebanggaan bagi orang-2 tertentu, salah kaprah. Sakit dikit saja ke
dokter. Padahal untuk menghindari sakit bisa dilakukan dari kebiasaan
pola hidup dan makan yang sehat sehari-hari.

nano

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: