Bersyukur

Beberapa jam yang lalu sekitar jam 6.00 pagi mati listrik, sontak saya tersadar saya belum memulai kesibukan dipagi minggu ini. Baru teringat sejumlah aktifitas di rumah yang belum saya kerjakan termasuk masak nasi yang tadi malam sudah habis waktu makan malam, belum beberapa pekerjaan lain masih menunggu. 

Dalam hati kenapa tadi tidak langsung masak nasi waktu selesai sholat subuh malah baca buku, kenapa tadi tidak langsung kerja ini  kerja itu…kalau sudah begini baru terasa kenapa menunda pekerjaan. Terbayang seandainya listrik menyala saya ingin melakukan ini melakukan itu, dalam hati kecil saya berharap mati listrik yang jarang terjadinya biasanya tidak pernah lama tapi sempat membuat saya tertegun. Ya tertegun bahwa saya tidak bersyukur kenapa waktu tidak ada hambatan saya menunda pekerjaan.

Sayapun tidak buang waktu melakukan pekerjaan yang masih bisa dilakukan sambil sempat berandai-andai kalau listrik menyala saya akan menyelesaikan semua pekerjaan hari ini.  Begitulah manusia baru merasakan nikmatnya kalau sesuatu itu lepas dari genggamannya, ini barangkali yang namanya kurang memaksimalkan rasa syukur, Astagfirullah…

Syukur kata Ust. Kosim Nurseha  adalah mempergunakan nikmat untuk hal yang bermanfaat. Biasanya juga kita sering lalai merasakan nikmat, misalnya kita baru sadar bahwa sehat itu adalah nikmat setelah kita jatuh sakit , selagi sehat kita tidak merasakan nikmat sehat itu,  tapi begitulah manusia. Kodratnya manusia suka lupa, lupa akan nikmat yang dia miliki. Mungkin juga kejadian ini mengingatkan saya untuk selalu bersyukur bahwa aliran listrik sangat berharga untuk disia-siakan dan saya akan melaksanakan aktifitas dengan sebaik-baiknya.

Kalau kita sadari banyak sekali nikmat yang telah kita rasakan tapi kita menganggap itu bukan nikmat karena sudah biasa kita rasakan, contoh kecil saja masalah kesehatan. Makanya menjenguk orang sakit dianjurkan dalam Islam karena kalau pun kita tidak sakit kalau kita melihat betapa sengsaranya orang yang sedang sakit Insya Allah tumbuh rasa syukur akan kesehatan yang diberikan Allah pada kita.

Rasa syukur tidak hanya diucapkan walaupun ucapan rasa syukur seperti “Alhamdulillah” dianjurkan dan merupakan zikir yang  bernilai ibadah tapi yang lebih penting adalah menindak- lanjuti rasa syukur itu dengan tindakan. Syukur adalah menggunakan nikmat untuk hal-hal yang bermanfaat, selagi sehat manfaatkan untuk hidup lebih produktif dan bermanfaat jangan gunakan tubuh yang sehat ini untuk hal-hal yang sia-sia tidak ada gunanya apalagi mengerjakan yang tercela. yang dilarang dalam agama.

One response to this post.

  1. yang jelas bersyukur itu tidak cukup diungkap dengan kata2…..http://www.pakode.wordpress.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: