Rendang

Saat mau mudik lebaran biasa masak rendang, apalagi yang mesti dibawa kalau bukan  masakan, yang pasti masakan adalah oleh-oleh yang paling orisinil karena ‘made in’ sendiri.   Pertimbangan bawa rendang karena masakan ini paling awet dan hampir semua orang suka.

Saya coba berfikir untuk membuat rendang yang  rendah kolesterol paling tidak kadar kolesterolnya diminimize. Dari bahan baku daging , akan saya akan pilih daging yang bersih dari lemak,  paling tidak sudah lumayan berkurang kadar  lemaknya.

Untuk mengimbangi kolesterol dari rendang ini sebaiknya  selalu makan sayuran ketika makan rendang atau makan buah-buahan.  Rendang  masakan sendiri bisa kita pilih dagingnya yang tanpa lemak. Rendang yang dijual di rumah makan bisa jadi dibuat dari daging yang mengandung lemak seperi lamusir atau sandung lamur.

Ini resep yang saya buat

Rendang

3  kg  Daging Sapi (bagian paha/daging kelapa)

6 butir  kelapa dijadikan santan

15 siung  bawang putih haluskan

30  bawang merah  haluskan

120 gram   jahe haluskan (3  ibu jari jahe)

150 gram  Lengkuas haluskan

600  gram  cabe giling

15 lembar  daun jeruk (iris halus)

2 lembar  daun kunyit

3 batang  sereh memarkan

3  lbr daun salam

3  sdt  Ketumbar

1,5  sdt   Pala

3    sdm  garam ( rata )

Cara membuat :

1. Potong Daging bentuk dadu ukuran 4 cm

2. Masak santan kemudian masukan bumbu yang dihaluskan

3. Setelah keluar minyak masukan daging

4. Masak dengan api sedang, sampai berwarna coklat dan daging telah empuk.

Kalau ingin membuat rendang dengan porsi yang lebih kecil kalikan saja, kalau porsi 1/2 dari resep yang diatas maka seluruh bahan dikalikan 1/2

 

One response to this post.

  1. Aduh apa yang ditakutkan dari rendang Minang? Yang ku tahu rendang sudah dimakan sejak Sabai Nan Aluih. Penyakit Jantung Koroner baru dikenal tahun 1920, kemudian menggila tahun 1940. Dalil bahwa lemak jenuh adalah biang PJK muncul tahun 1953 oleh Ancel Keys. Tahun 1950 an muncullah lemak “palsu”, yg kini disebut “trans fat”, yang sumbernya dari margarine.
    Suku Inuit (Eskimo), makannya adalah daging, lemak spt orang Minang. Mrk tak mengenal PJK, diabetes ataupun overweight. Suku Indian saat masih berburu, makan daging terbungkus lemak yg disebut Pemmican. Mereka gak jantungan, gak kencing manis. Suku Tokelau mengasup lemak jenuh dr kelapa hingga 56% dari kebutuhan kalori harian mrk. Mrk juga langsing tak mengenal PJK. Jadi, kenapa kita takut makan rendang nya orang Padang?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: