Masa Kanak-Kanak Bermain Atau Belajar ?

Sebagai orang tua yang hidup di abad Informasi ini memang butuh informasi yang sesuai dengan realitas. Begitu banyaknya  informasi yang berseliweran membuat kita menjadi bingung bagaimana bersikap pada anak. Apalagi sekarang ini banyak teori-teori dari ahli pendidikan dan psikologi yang mengeluarkan banyak pendapat tentang anak. Ada yang berpendapat usia anak adalah usia bermain adapula yang berpendapat  masa kanak-kanak adalah usia yang tepat belajar karena otak anak berkembang pesat pada masa kanak-kanak.

Bermain pasti hampir semua orang mempunyai makna yang sama , paling tidak mempunyai arti   melakukan aktivitas yang membuat perasaan gembira dan tidak mempunyai ukuran dan target dari apa yang dilakukan. Sayang saya tidak punya kamus bahasa Indonesia, tapi kira-kira begitulah arti dari bermain. Apa benar usia kanak-kanak itu adalah masa nya untuk bermain ?  saya tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa usia anak (0-pra remaja) adalah usia untuk bermain , kenapa ? Karena usia anak adalah masanya pembentukan karakter dan intelegensia, diusia anak khususnya usia dini  0-8 tahun otak anak berkembang dengan pesat. 

Kata bermain dan belajar merupakan dua kata yang tidak setara, bermain adalah cara sedangkan belajar adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu. Jadi bermain dan belajar tidak bisa dibandingkan. Padahal pada kenyataannya dengan bermain kita bisa banyak belajar, kalau begini kelihatan bahwa bermain merupakan salah satu cara untuk belajar. Sangat penting kita bisa membedakan kedua terminologi ini karena kita sebagai orang tua bisa mengarahkan permainan apa yang bermanfaat untuk anak sehingga anak akan lebih asertif dengan apa yang dikerjakannya.

Bermainan tertuju  pada aspek afeksi/perasaan sedangkan belajar tertuju pada aspek kognitif anak,  dengan tahu perbedaan tujuan ini makan kita bisa mengarahkan aktifitas anak.

Sering kita dengar seorang ibu yang mengeluh anaknya tidak mau belajar karena anaknya hanya senang bermain-main saja karena selama ini anaknya dibebaskan untuk bermain. Seorang teman mengeluh anaknya tidak mau masuk sekolah karena anaknya sering dibebaskan bermain. Siapa yang salah ?  Mungkin salah kaprah pada penggunaan kedua terminologi ini. 

Pada prisnipnya semua orang sepakat kalau bermain adalah kegiatan yang membuat hati senang dan gembira, tapi tidak semua kegiatan yang menyenangkan itu hanya permainan belaka tanpa hasil. Coba perhatikan seorang anak yang senang membuka-buka buku yang membuat si anak senang karena melihat gambar kegiatan ini adalah sebuah permainan, padahal dengan membuka buku itu si anak bertambah pengetahuan dan wawasannya. Begitu juga seorang anak perempuan yang senang beraktifitas masak di dapur, maka masak adalah permainan buat dia.  Bandingkan dengan seorang anak yang hanya bermain sepeda sepanjang hari, apakah hasil yang dia dapat ?

Dengan analogi diatas tidaklah tepat kalau kita mempertentangkan bermain dengan belajar, pada masa kanak-kanak otak berkembang sangat pesat, itu artinya pada saat ini saat yang tepat untuk belajar. Tentu saja cara sangat menentukan bagaimana anak bisa belajar. Di mata orang dewasa anak balita yang senang eksplorasi kita katakan  bermain padahal mereka sedang belajar, belajar layaknya seorang peneliti. Bagi anak balita misalnya belajar, bermain dan bekerja tidak ada bedanya, mereka sangat butuh masukan bagi perkembangan otaknya, begitu juga bagi anak-anak yang sudah lebih besar. Oleh sebab itu sangat sayang kalau anak hanya bermain tanpa hasil. Tugas orang tua dan guru agar  selektif memilih aktifitas anak, aktifitas yang menyenangkan dan bermanfaat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: