Kurangi Berat Badan dengan Tidur Lebih Lama

.

Paling tidak sudah ada dua lusinan penelitian yang menunjukkan bahwa orang cenderung menambah berat badan jika tidur kurang. Sanjay Patel, M.D, dari Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, melakukan studi selama 16 tahun, melibatkan hampir 70.000 wanita.

 

 

Sanjay dan timnya mendapati bahwa sekitar 30 persen wanita yang tidur lima jam atau kurang dalam semalam bobotnya cenderung naik menjadi 13,6 kg daripada yang tidur lebih lama. Bahkan, beberapa ahli meyakini bahwa kurang tidur adalah salah satu penyebab epidemi obesitas di negara tersebut. Menurut National Sleep Foundation, rata-rata wanita tidur 6 jam 40 menit setiap malam, jauh dari kebutuhan minimum selama 7,5 jam yang diperlukan wanita yang sehat.

Michael Breus, Ph.D, dan Steven Lamm, M.D, dari tim peneliti lain, juga melakukan percobaan terhadap tujuh perempuan dengan bobot tubuh bervariasi. Ketujuh perempuan ini diminta untuk tidur sedikitnya 7,5 jam tiap malam. Para perempuan ini juga diminta untuk tidak melakukan latihan fisik atau diet sama sekali. Hal ini untuk melihat apakah turunnya berat badan memang merupakan efek dari tidur yang cukup. Hasilnya, dalam 10 minggu, perempuan berusia 25-35 tahun tersebut kehilangan berat badan 2,7 kg hingga 6,8 kg. Satu orang responden, Natasha Crawford (33), mengalami kesulitan untuk mengatur jadwal tidur akibat kesibukannya. Namun di akhir program, lingkar pinggang, dada, dan pinggulnya total berkurang 6,3 cm.

Namun apa sebenarnya hubungan antara tidur dan berat badan?

Tidur mengurangi hormon yang mengontrol nafsu makan, ngidam, dan metabolisme lemak. Jika Anda perhatikan, Anda akan makan lebih banyak saat tubuh merasa lelah. “Ketika wanita kekurangan tidur, kadar ghrelin meningkat. Inilah hormon yang membuat Anda ingin makan terus,” ujar Breus, Direktur Klinis dari Divisi Tidur di Southwest Spine & Sport, Scottsdale, Arizona, dan penulis Beauty Sleep. “Sebaliknya, kadar leptin menurun, yaitu hormon yang akan meminta Anda berhenti makan ketika Anda kenyang.”

Ketika kurang tidur, Anda tidak hanya ingin makan lebih, tetapi juga makan junk food lebih banyak. Tubuh kita akan menuntut karbohidrat untuk menambah energi dengan cepat.

“Saat tidur pulas, otak memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah besar, yang meminta tubuh Anda untuk memecah lemak untuk tenaga. Jika kurang tidur yang nyenyak, dan ketika kalori disimpan sebagai lemak, tidak ada cukup hormon pertumbuhan untuk memecahnya. Tubuh Anda akan mengambil jalan pintas, dan menyimpannya di bokong, paha, perut, atau tempat mana pun yang biasa Anda lihat,” papar Breus.

Lisa Braverman (34), yang total berkurang 4 kg dan 6,3 cm dari lingkar dada, pinggang, dan pinggulnya, mengatakan, “Perubahan tubuh saya benar-benar mengejutkan karena saya sama sekali tidak mengubah apa pun kecuali kebiasaan tidur. Saya makan seperti biasanya, dan olahraga dalam waktu yang sama, malah mungkin kurang karena saya harus tidur lebih cepat sekarang.”

Mungkin Anda pun mengalami kesulitan mengatur jadwal tidur, mengingat kesibukan Anda. Namun ini kuncinya: jika Anda menganggap pengurangan berat badan dan hidup lebih sehat ini penting bagi Anda, maka jadikan hal ini prioritas sekarang juga! *
Tidur lebih lama cenderung menurunkan berat badan.

Kompas, Selasa, 10 Februari 2009

9 responses to this post.

  1. Posted by mbahWibi on February 17, 2009 at 1:02 am

    wah hebat…
    suatu temuan yg bermanfaat sekali mengingat efek samping dari kegemukan bagi kesehatan tubuh kita
    dengan mengenal lebih jauh hormon-hormon gherelin, leptin, & pertumbuhan, kita bisa menjalani gaya hidup sehat yg murah dan tentunya ‘menyenangkan’ ini

    untuk manula, apakah masih punya cukup hormon pertumbuhan ?
    apakah bisa dicukupi dari makanan ‘sehat’ macam teripang yg kabarnya banyak mengandung hormon pertumbuhan ?
    bagaimana kalau kita minta bantuan obat tidur bagi yg susah tidur ?

    Reply

  2. Posted by Hanifa on February 18, 2009 at 11:46 pm

    mbah Wibi, sejauh yang saya tahu (pernah baca) hormon pertumbuhan bagi manula sudah sedikit sekali karena pada usia sudah lanjut justru jaringan akan menyusut seperti menyusutnya otot dan tulang. Anjuran kesehatan bagi orang yang sudah berusia 30 th keatas dianjurkan untuk menstimulasi pencegahan penyusutan itu dengan nutrisi, olah raga dan tidur yang cukup.
    Kalau tidak salah ada sekarang spesialis kedokteran yang memperdalam ilmu antiaging, yang dipelajari adalah untuk mempertahankan jaringan tubuh untuk tetap optimal, tetap sehat dan bugar walaupun semakin bertambah umur sehingga bisa tetap produktif. Memang untuk anti aging ini ada hormon buatan yang dimasukan kedalam tubuh, tapi bisa juga diusahakan dengan makanan mungkin juga teripang, cuma saya belum pernah tahu tentang teripang. Katanya putih telur dan ikan laut dalam seperti tuna sangat baik untuk anti aging.
    Susah tidur menurut saya karena fisik/panca indera dan fikiran yang masih aktif, kalau fisik dan fiikiran tidak istirahat maka kita tidak akan bisa tertidur, makanya orang yang banyak pikiran atau yang pikiran suka melayang-layang kesana kemari akan mengalami susah tidur. Jadi kalau mau tidur kosongkan pikiran pasrahkan semua urusan sama Allah.
    Menurut saya kalo susah tidur sebaiknya jangan menggunakan obat nanti akan menimbulkan ketergantungan, nanti kalau tidak minum obat tidak akan bisa tidur.
    Resep saya untuk mudah tertidur adalah dengan membaca menjelang tidur, membaca akan membuat kita cepat mengantuk dan mudah tertidur.
    begitu aja dari saya ya mbah…

    Reply

  3. Posted by id2 on April 12, 2009 at 12:47 pm

    cool..bgt, soalnya sya jg termasuk org yang menggunkan waktu seminimal mgkn bwt tdur coz fikirnya bwt nurunin brat badan……….. thankz a lot 4 this artcle

    Reply

  4. kalau saya sering terbangun karena mengecek anak ngompol/tidak, kadang anak bangun minta susu. gimana ya mbak?

    Reply

  5. Posted by Hanifa on July 25, 2009 at 7:37 am

    Kalau bangun malam karena alasan penting seperti memberi susu anak sebaiknya tetap dilakukan, kekurangan tidur akibat bangun malam harusnya diganti dengan tidur disiang hari supaya mbak Tenia tetap cukup waktu tidurnya.

    Reply

  6. Posted by aiu on October 20, 2009 at 1:59 pm

    kalo pada anak usia balita apa juga ada pengaruh?????

    Reply

  7. Posted by Hanifa on October 21, 2009 at 10:04 am

    menurut saya tidak berlaku bagi anak-anak dimana metabolsme di dalam tubuhnya berbeda dengan tubuh orang dewasa. Waktu tidur bagi tubuh anak-anak adalah waktunya tubuh mengalami pertumbuhan, jadi kalau tidurnya kurang akan terganggu pertumbuhannya termasuk berat badannya

    Reply

  8. klo kebanyakan tidur gimana

    Reply

  9. Posted by yulianti andris on September 23, 2010 at 3:20 am

    terimah kasih untuk informasinya.
    saya ingin mencoba tidur lebih banyak, soalnya kalau saya perhatikan ketika saya kurang tidur berat badan saya meningkat. saya pikir dengan kurang tidur dan banyak pikiran maka berat badan saya akan menurun ternyata malah sebaliknya..
    sekali lagi untuk info dan penelitian yang sangat membantu..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: