Senjata Pamungkas Hadapi Anak

 

.

Si Kecil sering tak mengindahkan perkataan Anda? Tenang saja, ada sejumlah trik yang bisa dilakukan agar Si Kecil patuh.

 

 1. Tetapkan Aturan 

.

 

Waktu cepat berubah, demikian juga orangtua. Namun, kebutuhan dasar anak merupakan satu hal yang tak pernah berubah, dari dulu hingga kini. Selain makanan, pakaian, dan tempat berteduh, anak butuh merasa dicintai, merasa aman, dan selamat, serta perlu tahu, orangtuanya peduli.

.

Anak akan bertindak macam-macam untuk memastikan kebutuhannya dipenuhi. Maka, ia memerlukan peraturan, batasan, harapan, dan keamanan. Dengan adanya sejumlah elemen tadi, anak akan merasa kebutuhannya dipenuhi. Kita semua sibuk, tetapi untuk menjadi orangtua yang penuh cinta tak berarti harus sampai berhenti bekerja.

 

Coba pikirkan, bagaimana anak akan merasa tak aman, bila tanpa adanya peraturan yang harus diikuti. Peraturan yang Anda buat harus harus jelas dan sesuai dengan usia anak. Dan yang terpenting lagi, harus diterapkan. Jangan lentur terhadap peraturan, karena akan memberi pesan salah.

Anda ingin anak tahu, peraturan untuk diikuti dan jika tidak, ada konsekuensinya. Anak pun perlu tahu konsekuensinya, dan Anda pun perlu menentukan konsekuensi untuk setiap peraturan yang dilanggar.

.

2. Terus “Menguji”

.

Sebagai orangtua, selayaknya Anda yang menentukan soal jam tidur malam, jam makan malam, jam bermain, dan lainnya. Anak-anak perlu tahu, Andalah “bos” di rumah. Cara ini akan membantu anak merasa aman dan selamat.

.

Jika anak melihat, untuk menjalankan semua peraturan tadi tapi tak ada yang mengendalikannya, ia akan “menekan tombol orangtuanya” agar merasa ada yang mengendalikan sesuatu dan dalam hal ini, yaitu Anda.

Namun, jangan berikan respons secara emosional terhadap perilaku negatif anak. Ini akan membuat anak berpikir, ialah yang pegang kendali. Jika anak dapat membuat Anda berteriak dan menjerit, ia akan merasa berhasil dan andapun akan menggunakan tangan sebagai kekuatan.

 Jika Anda bisa mengendalikan respons, anak akan menyadari, ia tak dapat mengendalikan anda, dan perilaku ini biasanya menghilang. Namun ingat, Andalah “bos” yang dapat membuktikan dengan mengendalikan anak dengan baik.

 

3. Pentingnya Batasan

.

Dalam membicarakan batasan, Anda harus tahu seberapa besar batasan yang dapat ditoleransi. Hal ini diperlukan jika akan memberi hukuman dan kedisiplinan. Ada yang menyebut batasan dengan “aturan” yang harus diterapkan di dalam keluarga.

Apakah anak Anda mempunyai jam malam? Apakah anak boleh menyumpah? Berapa lama seorang anak dapat merengek? Berapa lama anak akan dihukum? Anak-anak perlu tahu batasan-batasan ini agar merasa aman dan selamat.

Anak remaja mungkin tak menginginkan jam malam, tetapi dengan adanya jam malam akan membuat anak sadar, Anda perduli. Apakah Anda menanyakan kepada anak remaja Anda ke mana ia pergi dan dengan siapa? Pasti setiap anak remaja merasa dirinya sudah besar dan mandiri.

Tetapi jika Anda tak menanyakan hal ini kepadanya, ia akan bingung dan berpikir Anda tak perduli padanya. Bagaimana jika anak pulang ke rumah lewat jam malam yang sudah ditentukan? Apakah ia akan dihukum? Biarkan anak remaja tahu, Anda peduli atas apa yang dilakukannya.

Hal yang sama bagi anak yang lebih kecil, berapa banyak anak balita dapat mengatakan “tidak” pada saat waktunya ia harus mandi? Bahkan anak yang masih kecil pun akan memberi respons terhadap batasan-batasan yang konsisten.

.

4. Harapan Harus Jelas & Realistik

.

Batasan mengarah pada harapan. Biarkan anak tahu persis apa yang Anda harapkan darinya. Harapan Anda pun sebaiknya realistis. Jika Anda ingin anak melakukan pekerjaan rumah tangga, atur jadwalnya sehingga ia tahu kapan harus menyiapkan meja makan untuk makan malam dan kapan harus membuang sampah.

Banyak orangtua tak suka ide memasang jadwal pekerjaan rumah tangga di kulkas, padahal cara ini bisa membantu menetapkan rutinitas dan aturan. Apakah anak mendapatkan uang saku? Apakah anak menabungnya atau digunakannya untuk jajan? Ada keluarga yang memberikan uang saku sebagai insentif atas tugas yang dikerjakannya.

 

 Anak lalu perlu tahu apa yang diharapkan dan apa yang akan terjadi berikutnya. Ini merupakan masalah yang lebih besar dari sekadar tugas rumah tangga seperti anak merasa aman dan selamat jika bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi nanti.

Rumah tanpa peraturan, batasan, atau harapan akan membingungkan anak dan membuatnya jadi gelisah. Anak sering melakukan sesuatu untuk mengetahui bagaimana peraturan, apa itu batasan, dan apa yang diharapkan Anda darinya. Anak akan melakukan hal-hal itu demi mencari tahu aturan yang diam-diam diinginkannya.

.

5. Penuhi Gairah “Tersembunyi”

 .

 Apakah Anda memperhatikan kata-kata rahasia? Sebagian anak akan tetap merahasiakan, ia menginginkan peraturan dan perintah di dalam kehidupan. Namun, jangan biarkan ia mengelabui Anda. Orangtua sering tak menyadari mengapa anak-anak berperilaku tak baik.

 Hal ini bukan karena orangtuanya jahat atau gagal mendidik anak, tetapi biasanya hal ini berhubungan dengan rahasia yang disimpan baik oleh anak-anak sebagai suatu kebutuhan atas lingkungan yang stabil.

 

Jadi, Anda harus yakin sebagai orangtua dapat memberikan pendekatan yang tegas dan adil. Anak-anak akan selalu menguji orangtuanya dan paling pintar melakukan hal ini, namun ia melakukannya untuk alasan yang baik.

Anak-anak hanya ingin memastikan, apakah Anda mencintainya. Aturan di dalam rumah sebenarnya dapat memberikan rasa aman dan selamat kepada anak-anak, sekaligus membantu menjaga kesehatan jiwa Anda. (Aline)

 

 

Tabloid Nova Des 2008

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: