Diajak Berhutang

Beberapa waktu lalu saya di tilpon oleh salah seorang tadinya saya kira costumer sevice  tapi belakangan tahu kalau ini sales marketing Bank tempat kartu kredit yang saya punya. Sebenarnya saya tidak suka punya kartu kredit, masalahnya karena saya tidak mau  punya hutang dan jadi konsumtif.  Kartu yang saya punya sebenarnya kartu kredit tambahan dari Credit Card (CC) yang  dimiliki suami,  memang  CC bisa bermanfaat untuk keadaan tertentu seperti  keadaan darurat.

Si mbak Sales  ini menyampaikan kalau saya termasuk yang beruntung dapat memiliki kartu belanja dari Bank tersebut. Kartu belanja ini digunakan untuk membeli produk dengan cara menyicil. Lucunya saya harus menggunakan kartu itu dalam jumlah minimal tertentu kalau tidak saya akan dikenakan denda.  Jadi kalau tidak digunakan ya saya kena denda, jadi saya harus memberi barang dengan menyicil, padahal kalau saya bisa beli cash kenapa saya harus menyicil ?

Tehnik marketingnya cukup bisa menjerat, dikatakan saya belum tentu disetujui, ..kata-kata ini yang memberikan kesan saya mengharapkan kartu belanja tsb. . Padahal saya tidak pernah mengajukan aplikasi untuk memiliki kartu belanja tapi saya dibilang “kalau disetujui” …paling bisa ya.

Apa demikian jauhnya kehidupan kita harus selalu berhutang ? bahkan untuk barang yang bisa dibeli dengan cash. Mungkin berhutang sudah jadi budaya dinegara-negara barat yang menjurus pada sistem riba. Kalau kredit untuk barang-barang produktif mungkin tidak masalah tapi kalau ini juga diterapkan untuk barang-barang konsumtif bukankah bisa menjadi masalah dikemudian hari.

Ada salah satu doa yang diajarkan pada saya diambil dari suatu Hadist , saya lupa lafaznya tapi kurang lebih artinya kita memohon untuk selalu dijauhi dari hutang. Bahkan dalam hadist lain dinyatakan bahwa seseorang yang masti syahid tertahan dipintu surga sampai hutangnya dilunasi.  Jadi orang Islam harus menjauhi hutang bila ingin selamat.

Ditengah kehidupan jaman sekarang yang konsumtif ini, apapun dijadikan bisnis untuk membuat orang untuk berhutang, Dengan ingat akan ajaran  Islam yang menganjurkan kita untuk menjauhi hutang cukup bisa menyadarkan saya untuk menolak tawaran kartu belanja tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: