Menjadikan Anak Sebagai Pribadi tangguh

Jika anak malas shalat, malas mengaji, orangtua perlu instropeksi tentang konsistensi dirinya memberikan contoh kepada anak-anaknya.

Jika seorang anak tumbuh menjadi pribadi yang lemah, bodoh, dan nakal, tidak dimungkiri orangtua ikut berperan di sana, juga sebaliknya. Semua orangtua memiliki ha rapan yang sama, menginginkan anaknya tumbuh sehat menjadi anak yang takwa, saleh/salehah, berprestasi, dan mapan secara materi. Itulah sebabnya, menurut No vian Triwidia Jaya, peranan orang tua sangat dibutuhkan.

Apakah orangtua sudah mendidik anak-anaknya secara benar, atau ternyata bukan orangtua yang membentuk dan mendidiknya? Lewat buku Rahasia Membentuk Anak Shaleh, Pintar, dan Ka ya ini, Novian yang berprofesi se bagai konsultan parenting dan pendidikan itu memberikan berbagai panduan kepada orangtua.

Ketika membahas pendidikan anak, tidak akan lepas dari salah
satu model psikologi individu, yai tu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Sewaktu manusia beraktivitas, pi kiran yang aktif menghadapi se mua informasi adalah pikiran sa dar.

Perlu diketahui bahwa pikiran sadar ini tidak sepandai pikiran di bawah sadar. Karena pikiran sadar hanya menguasai 12 persen dari perilaku manusia. Kalau begitu haruskah pikiran bawah sadar yang lebih aktif? Memang pikiran bawah sadar sangat cerdas dan pandai. Selain itu, mampu mengatasi masalah yang paling kompleks sekalipun. Hanya ada satu kelemahan terbesar dari pikiran bawah sadar, yaitu tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Jadi semua yang masuk diterima mentah-mentah. Oleh karena itu, harus ada sinergi antara pikiran sadar dengan pikiran bawah sadar.

Semua informasi yang masuk ke dalam pikiran bawah sadar dan telah menjadi keyakinan, itu yang menjadi dasar segala tindakan.

Inilah alasan mengapa anak malas belajar, walaupun mereka tahu untuk menjadi pintar dan berhasil harus belajar. Pengetahuan anakanak bahwa belajar adalah alasan untuk berhasil dan sukses masih sebatas di pikiran sadar, sehingga tubuh tidak akan merespon keinginan mereka. Sedangkan di pikiran bawah sadar tersimpan memori bahwa belajar tidak enak dan capek. Makanya, perlu diubah program yang ada di dalam pikiran bawah sadar anak.

Mengubah program bukan berarti mengganti, tetapi hanya menambah dan mengurangi program tersebut, sehingga program itu mempunyai makna lain khususnya menjadi perilaku baik dan kebiasaan yang baik. Mena nam kan program akhlak yang baik ter hadap anak harus memperha tikan ba ha sa, waktu, dan teknik pem rograman. Bahasa harus disusun dengan singkat, aktif, sekarang, jelas, dan terperinci. Waktu yang terbaik memprogram saat anak tertidur, menjelang tidur, dan saat anak bahagia. Teknik programnya bisa bermain, bercerita.

Kehangatan

Kedekatan dan kehangatan dari orangtua terhadap anak-anaknya membuka kepercayaan anak kepada orangtuanya. Ketika kepercayaan itu sudah muncul, anak akan menjadikan orangtua sebagai sahabat yang baik. Namanya kepada sahabat, anak akan membuka diri seluasluasnya kepada orangtua. Untuk menjadi sahabat, orangtua harus bisa dipercaya dulu oleh anak. Langkah sederhana agar bisa menjadi sahabat anak, yaitu penuhi dengan bahasa cinta, mendengarkan 100 persen, serta ceritakan rahasia.

Maksud bahasa cinta, ketika berhadapan dengan anak-anak penuhi dengan bahasa cinta. Penuh dengan kata-kata mendukung berupa pujian, kasih sayang. Ti dak sekadar ucapan, sentuhan fisik pun membuat anak sangat senang dan nyaman. Sesekali orang tua memberi reward berupa hadiah yang disukai anak. Sebagai sahabat, orangtua harus menjadi pendengar yang baik bagi anaknya. Ketika anak menyampaikan sesuatu jangan disambi dengan kegiatan lain. Apalagi dianggap angin lalu. Hadapi tubuh dan wajah orang tua kepada anak. Jangan memberi saran sebelum diminta.

Sebagai sahabat, orangtua harus mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai anak. Anak akan menjadikan orangtua sebagai sahabat favorit, apapun yang dikatakan orangtua akan dituruti dengan senang hati tanpa protes. Di sinilah orangtua bisa mengarahkan anak-anak menjadi harapan yang orang tua inginkan. Sebagai orangtua idola dan sahabat terbaik anak-anaknya, orang tua mulailah menularkan hal-hal positif kepada anak-anak. Tanamkan keimanan dan akhlak yang baik dalam diri mereka agar menjadi anak saleh/salehah. Rasulullah menunjukkan betapa pen tingnya menanamkan keimanan ke pada anak dengan memberi na sihat berharga seperti di lakukan kepada Ibnu Abbas yang saat itu masih kecil.

Sembari menanamkan dasar keamanan, anak membutuhkan keteladanan dari orangtua. Hal ini tecermin dari tindakan dan perbuatan yang dilakukan secara konsisten. Banyak orang tua mengingin kan anak menjadi sa leh/ salehah tetapi di sisi lain orang tua tidak konsisten dengan ketela danan tersebut. Jika orangtua me ngeluh anaknya malas sha lat, malas mengaji, menurut Novian, perlu dilihat bagaimana konsistensi orangtua dalam ber ibadah atau men contohkan perilaku kepada anak.

Setelah menanamkan jurus mendidik anak saleh, orangtua sebagai sahabat yang baik masuk ke ranah membentuk anak pintar. Membentuk anak pintar pun ada jurus-jurusnya. Tiga rahasia yang perlu ditanamkan dalam diri anak, yaitu percaya diri, tujuan hidup dan alasan menjadi yang terbaik. Tiga hal ini yang dapat membuat anak menjadi pintar dan luar biasa. Jurus terakhir yang perlu ditanamkan orangtua yaitu mencetak anak menjadi kaya.

Diawali memahami tentang uang, membedakan mana kebutuhan dan keinginan, serta jangan lupa zakat, infak, dan sedekah. Jurus-jurus membentuk anak saleh, pintar, dan kaya ini sangat sederhana dan mudah dipelajari. Jika orangtua dapat mengembangkan langkah-langkah ini kepada anak-anaknya, insya Allah generasi mendatang adalah  generasi Muslim yang dipenuhi anak-anak saleh, pintar, dan kaya.

Harian Republika

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: