Perekat Hati Bunda & Si Kecil

Jangan remehkan hal-hal kecil yang bisa Anda lakukan demi sang buah hati. Meski tampak sederhana, apa yang Anda lakukan bisa menjadi sangat berharga di mata Si Kecil.

Bagi orang dewasa yang memiliki kehidupan kompleks, hal-hal sederhana bernilai perhatian tinggi bisa saja luput dari pikiran. Apalagi bagi para orangtua yang super sibuk dengan karier dan rutinitas kesehariannya.

 

Seringkali pula orangtua menganggap nilai perhatian ini identik dengan pemenuhan basic needs (kebutuhan pokok:sandang, pangan, papan) dan segala fasilitas saja. Seolah-olah kebahagiaan anak selalu bisa dibeli dengan uang, sebagai kompensasi dari kurangnya perhatian akibat kesibukan yang padat.

Menurut Dra. Rahmitha P. Soendjojo, Psi, pemerhati pendidikan anak usia dini dari Universitas Negeri Jakarta, dan wakil direktur Perkumpulan Peduli Anak (PPA), Bogor, pada dasarnya masalah perhatian ini adalah soal fokus yang diberikan orangtua terhadap buah hatinya. Seringkali orangtua tak merasa, ia tidak fokus dalam merawat dan membesarkan anaknya.

Anggapan pekerjaan atau rutinitas sudah menyita waktu dan perhatian, sebenarnya hanyalah dalih yang diciptakan atas ketidakmampuannya menerima fungsi sebagai orang tua.

Padahal, untuk meningkatkan bonding (ikatan batin) orang tua – anak bisa didapat dari hal-hal sederhana. Tak hanya dari banyaknya waktu yang diluangkan atau sejumlah materi yang diberikan, melainkan seberapa bisa Anda memahami dan menyelami dunia Si Kecil.

Memelihara Intensitas
Wanita bekerja atau ibu rumah tangga dengan jadwal yang padat, seringkali merasa kesulitan memfungsikan dirinya sebagai orangtua yang proporsional. Menurut Rahmitha, sebenarnya hal ini bukanlah alasan yang permisif.

“Intensitas hubungan orangtua – anak yang tak terjaga baik secara perlahan tentu akan menurunkan kualitas, bahkan bisa hilang. Jadi, luangkan waktu dan jangan jadikan kesibukan sebagai alasan,” tegas Rahmitha.

Untuk meningkatkan kualitas hubungan ibu – anak ini, Rahmitha menyarankan agar mulai memberikan fokus perhatian pada kebutuhan kasih sayang anak. Jika Anda benar-benar fokus menerima peran sebagai orangtua, menyempatkan diri memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup anak bisa meningkatkan intensitas hubungan yang berkualitas, tanpa perlu menyita waktu Anda saat menjalankan rutinitas tadi.

Sempatkanlah sesekali, di antara rutinitas tadi, menyelami dunia anak. Menelpon dan sekadar menanyakan pengalaman Si Kecil bisa dilakukan di sela kesibukan. Hanya dengan beberapa menit, dialog ini bisa membuat Anda menjadi bagian hidup sang anak.

Jika anak memerlukan kehadiran orangtua lebih banyak, berusahalah tidak membawa masalah pekerjaan ke rumah setelah pulang dari kantor. Sehingga Anda masih sempat menjalankan peran secara utuh di sisa waktu Anda, membacakan dongeng sebelum tidur atau menemani anak belajar.

Menyayangi Bukan Memanjakan
Kasih sayang bukan semata Anda memenuhi semua permintaan anak, melainkan memberikan kebutuhannya akan perhatian dan pendidikan yang jauh lebih penting. Uang dan fasilitas yang diberikan tidaklah cukup menggantikan perhatian dan waktu Anda.

Bila selama ini Anda lebih suka mengajak anak berbelanja dan jalan-jalan ke mal untuk membahagiakan dan menuruti keinginannya, sudah saatnya kebiasaan ini sedikit diubah. Saatnya Anda membagi kebahagiaan dalam bentuk perhatian tanpa memanjakan.

Misalnya, melewatkan week end dengan acara masak bersama, bersih-bersih rumah, berkebun, camping di halaman rumah, atau lainnya. Yang penting lagi, saat bersama anak, berikanlah seluruh perhatian dan pikiran Anda hanya untuk dirinya, tanpa terpecah hal lain.

Kasih sayang juga bisa diwujudkan dalam bentuk perhatian penuh dalam keseharian. Membangunkan dengan lembut sang anak untuk bersiap ke sekolah, menyiapkan lunch box anak, sarapan bersama, menyiapkan susu balita Anda, membacakan cerita saat anak akan tidur, ngobrol soal pengalaman anak, sampai mendampingi anak jika ia mengalami masalah.

Jangan lupa, ikuti pula perkembangan buah hati sesuai usianya dengan memperdalam pengetahuan tentang dirinya. Sehingga Anda tak akan salah dalam memperlakukan anak, atau cenderung memanjakannya. Ketika anak sudah menginjak usia sekolah, Anda tak perlu lagi melakukan hal-hal yang sudah bisa dilakukannya sendiri.

Biarkan ia memakai pakaian atau sepatunya sendiri, makan dengan tangannya sendiri, menyiapkan buku sekolahnya hingga merapikan tempat tidurnya sendiri. Ini adalah usaha Anda untuk menyiapkan kemandirian dan tanggung jawabnya kelak saat berinteraksi dengan lingkungannya.

Meraih perhatian dan menjadi bagian dari kehidupan anak bisa pula dilakukan dengan cara-cara yang unik. Dengan melakukan hal unik Anda bisa memiliki arti lebih, meski kasih sayang itu dilakukan melalui cara-cara yang sederhana.

Mulailah dari hal yang mudah seperti berdialog dengan cara yang unik. Misalnya, mengajukan pertanyaan, “Hari ini ada teman yang baik hati tidak di sekolah?” atau, “Hari ini Ibu Guru pakai baju apa?” atau, “Tadi ada yang terlambat datang ke sekolah tidak?”

Menyiapkan lunch box dengan bentuk makanan yang unik pun bisa menjadi salah satu cara memperlihatkan perhatian Anda terhadap anak. Misalnya menyiapkan sandwich berbentuk hati, nasi goreng dicetak seperti kura-kura, nasi uduk dibungkus dengan telur dadar berbentuk amplop, dan hal unik lainnya.

Atau, sesekali memberi kejutan sederhana yang disukai anak. Misalnya, pulang kantor lebih cepat, memasak menu favorit anak, memberinya hadiah hand made buatan Anda sendiri, sampai mendatangkan nenek dan kakeknya. Percayalah, dengan memberi hal-hal unik di dalam kehidupan sang anak, akan membuatnya merasa istimewa di mata Anda.

Yuk, Tingkatkan Bonding Dengan Si Kecil!
Menjadi orangtua yang baik tak cukup hanya memenuhi basic needs anak saja. Menjaga kualitas komunikasi dan berperan lebih banyak dalam kehidupan anak, jauh lebih penting. Berikut sejumlah kiat sederhana untuk meningkatkan kualitas hubungan (bonding) orangtua – anak:
1. Kasih Sayang. Awali dengan niat sungguh-sungguh dalam memberikan kasih sayang dan perhatian pada sang anak.
2. Prioritas. Letakkan anak sebagai prioritas utama dalam hidup, bukan sebagai alasan rutinitas hidup.
3. Komunikasi. Pahami tahapan perkembangan anak sehingga Anda dan dirinya tetap bisa berkomunikasi dengan baik.
4. Istirahat. Usahakan cukup istirahat agar pikiran Anda lebih rasional dalam menghadapi kondisi sang anak.
5. Fokus. Selalu fokus menjadi orangtua saat bersama sang buah hati.
Laili Damayanti

 

 

 

Tabloid Nova

2 responses to this post.

  1. halooo slam kenal tukeran link yukkk

    Reply

  2. Posted by Hanifa on November 14, 2008 at 8:48 am

    salam kenal juga maaf telat replynya… tukeran link..boleh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: