Maafkanlah, Badan Jadi Sehat

 

Mau sehat ? Belajarlah untuk memaafkan.

 Penelitian menyebutkan, memaafkan mendatangkan manfaat kesehatan.
Sebuah Jurnal ilmiah Explore (Mei 2005, vol I no. 3) menurunkan tulisan Worthington Jr, pakar psikologi di Virginia Commenwealth University AS. Worthington meneliti hubungan antara memaafkan dan kesehatan.


Bukti menunjukkan sikap memaafkan medatangkan manfaat kesehatan, baik untuk yang memaafkan maupun yang dimaafkan. Dengan menggunakan teknology canggih, terungkap pola gambar otak orang pemaaf dan yang tidak memaafkan.

Ternyata orang yang tidak memaafkan terkait erat dengan sikap marah. Pada orang seperti ini berdampak pada penurunan fungsi kekebalan tubuh. Mereka yang tak suka memberi maaf, aktivitas otaknya sama dengan orang yang sedang stress, marah dan agressif.


Ada ketidaksamaan aktifitas hormon dalam darah si pemaaf dibandingkan darah si pendendam (si pemarah). Pola hormon dan komposisi zat kimia dalam darah orang yang tidak memaafkan bersesuaian dengan pola hormon emosi negatif yang terkait dengan keadaan stress. Sikap tidak memaafkan cenderung membuat kekentalan darah lebih tinggi. Itu yang membuat dampak buruk pada kesehatan. Misalnya, pada raut wajah dan detak jantung.

Sikap tidak memaafkan juga menyebabkan otot alis mata tegang dan daya hantar kulit lebih tinggi, demikian juga tekanan darah. Sebaliknya sikap memaafkan meningkatkan pemulihan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Kesimpulannya, sikap tak mau memaafkan apalagi sampai parah, berdampak buruk terhadap kesehatan. maka benar kata Alquran :
” Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah, sungguh Dia tidak menyukai orang-orang zalim ( Asy syura 42:40)

 Memaafkan bukan hanya mendapatkan pahala dari Allah tapi juga kesehatan, dengan kata lain dengan memaafkan kita akan mendapat  kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Jadi memberi maaf akan menguntungkan diri kita sendiri.

 

 

 

 Suara Hidayatullah
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 responses to this post.

  1. Thax atas tips nya…..saleum

    Reply

  2. Posted by Hanifa on September 5, 2008 at 8:44 am

    sama-sama….
    mudah-mudahan bermanfaat.
    Karena manusia suka lupa, mungkin kita harus terus diingatkan untuk terus memberi maaf, di Alquran yang ada perintah “maafkanlah..” bertebaran dibeberapa ayat. Sepertinya mudah tapi kenyataannya tidak semudah itu, walaupun sudah bersalaman ma’af lahir batin tapi kok masih belum tuntas, kenapa sikap kita masih belum tulus.
    Kadang kalimat nasihat berikut bisa mentuntaskan (lupa baca dimana kalimat ini)
    … Ma’afkanlah orang lain bila engkau ingin dosa-dosamu di maafkan oleh Allah …

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: