Tips Agar Si Kecil Tangguh

Tips Agar Si Kecil Tangguh
Oleh: Dra. Adriani Purbo, Psi. MBA

Ketika anak memasuki usia sekolah, banyak hal baru yang belum pernah dijumpai anak. Misalnya saja, ia harus menghadapi beban pelajaran sekolah yang lebih berat, menghadapi teman-teman yang belum pernah ia kenal sebelumnya, menghadapi keterpisahan dengan orangtua selama di sekolah, dan sebagainya. Dimana kesemua ini dapat berpotensi menjadi sumber masalah bagi anak. Misalnya saja sikap anak menjadi pemalu, anak jadi enggan/malas ke sekolah, bahkan apabila anak pernah mengalami perlakuan yang kasar atau diejek oleh anak lain, mungkin saja anak malah jadi mogok sekolah. Adanya potensi masalah seperti tersebut di atas, dapat diminimalisir apabila anak memiliki sikap mental yang tangguh.


Mengingat pentingnya sikap tangguh pada anak dalam menghadapi masalah-masalah yang mungkin timbul seperti disebutkan di atas, berikut ini ada beberapa tips yang dapat digunakan oleh orangtua dalam mengasah dan mengembangkan sikap tangguh pada anak.
1. Bangkitkan rasa percaya diri anak. Ingatkan anak mengenai kelebihan-kelebihan dan keistimewaan yang ada pada dirinya sehingga timbul rasa percaya dirinya untuk berani menghadapi dan mengatasi masalah yang ada.
2. Pupuklah rasa kemandirian pada anak. Beri kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu sesuai minat dan kemampuannya sendiri. Bersikaplah optimis dan percaya bahwa anak akan mampu mengatasi masalahnya secara mandiri.
3. Berikan kesempatan pada anak untuk belajar mengelola kegagalan, kegelisahan dan kekecewaan serta konflik yang dirasakannya secara bijak. Adanya kegagalan dan keterbatasan seringkali menjadi pemicu timbulnya ide-ide atau kreativitas dalam mengatasi suatu permasalahan, sehingga justru menjadikan anak lebih tangguh dalam menghadapi hidup.
4. Arahkan anak untuk berfikir positif terhadap setiap hal yang dijumpainya. Ajarkan pada anak untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian. Hal ini berguna bagi anak untuk belajar memahami masalah dan belajar mengendalikan diri dalam menyikapinya.
5. Ajak anak untuk dapat menyeimbangkan waktunya antara belajar dan bermain atau mengerjakan hobinya. Hal ini berguna agar anak dapat tetap memiliki semangat dalam menghadapi tekanan-tekanan atau masalah-masalah yang muncul.
6. Hargailah sekecil apapun keberhasilan anak dalam mengatasi masalah-masalah yang ada. Doronglah anak untuk lebih meningkatkan usahanya dan bersikap sabar bila hasil yang dicapainya belum optimal. Sesekali bisa saja orangtua memberikan apresiasi berupa hadiah pada saat anak menunjukkan hasil usaha atau kerja kerasnya.
7. Bila dengan berbagai usaha anak, ternyata anak belum mampu mengatasi masalahnya, maka ada baiknya orangtua membantu anak untuk mengidentifikasi masalah yang ada dan memberikan dukungan atau saran-saran dalam menyelesaikannya. Hal ini diperlukan agar anak tidak merasakan stress yang berkepanjangan yang membuatnya kehilangan semangat untuk tetap berusaha memecahkan masalahnya.
8. Dalam menanggapi kegagalan anak, hindari respon yang bernada menyalahkan atau meremehkan anak. Tunjukkan perhatian dan sikap empati terhadap anak. Hal ini diperlukan agar anak tetap bersikap tangguh sekalipun ia sempat mengalami kegagalan.
9. Beri kesempatan pada anak untuk mengenali emosinya dan emosi orang-orang di sekitarnya. Hal ini berguna untuk melatih kecerdasan emosi, kecerdasan intrapersonal dan interpersonalnya, dimana semua itu sangat berperan dalam menjadikan anak menjadi tangguh dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: