Menjadi Orang Tua yang Aktif

Menjadi Orang Tua yang Aktif

Kini sudah bukan zamannya lagi pengasuhan anak hanya berpusat pada keaktifan seorang ibu,Tetapi juga tanggung jawab para ayah, sejalan dengan bergesernya konsep motherhood menjadi Parenthood. Dalam konsep parenthood, bukan hanya ibu yang menjadi titik sentral, melainkan
Orang tua: ayah dan ibu.

Dalam pengasuhan anak, ayah dan ibu perlu bersama-sama berperan aktif dalam menciptakan Situasi dan kondisi yang optimal bagi proses tumbuh kembang anak-anaknya. Kesibukan kerja tak seharusnya merampas waktu para orangtua untuk anak-anak tersayang. Keaktifan kita dalam
proses tumbuh kembangnya tetap diperlukan, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tetap menjadi orangtua yang aktif
Terhadap proses tumbuh kembang anak.

1. Tingkatkan Kualitas Pertemuan dengan anak
Keaktifan Anda sebagai orangtua, berperan besar dalam membangun citra diri anak. Satu di Antaranya adalah dengan tidak mengabaikan pentingnya pertemuan langsung dengan anak. Kalau Anda mengeluh hanya punya waktu sempit, itu sebenarnya bukan alasan benar.
Bisa, koq, dicarikan jalan keluarnya. Misal, Anda mengambil “jatah” pagi bersama anak dengan Mengantarnya ke sekolah. Nah, sepanjang jalan, mengobrollah dengan mereka. Selain itu,waktu Makan malam bersama juga dapat dijadikan waktu yang tepat untuk bertemu dan berdialog Dengan anak. Secara psikologis, apabila orangtua aktif meluangkan waktu bertemu dan berdialog dengan
Anaknya, anak akan menghormatinya. Dari berbagai literatur terungkap, semakin besar dukungan dan keaktifan orangtua terhadap anak, semakin tinggi perilaku positif anak. Jadi, orangtua yang selalu aktif mendukung dan menunjukkan perhatiannya itu akan mereduksi perilaku negatif anak. Satu hal yang perlu Anda camkan juga adalah , jangan sampai limpahan materi menggusur. Hubungan pribadi Anda dengan anak. Orangtua yang bijaksana akan paham bahwa relasi dengan anak bukanlah semata-mata hanya soal materi, tetapi lebih kepada kepuasan hidup.

2. Pahami Karakter Anak

Untuk mengefektifkan komunikasi dengan anak, Anda perlu mengenali dan menyadari ciri anak. Misalnya, Anda paham bahwa anak adalah pribadi yang masih suka bermain, terus berkembang, Senang meniru, kreatif, dan bukan orang dewasa mini. Sederhananya, Anda harus selalu berusaha
Untuk mengerti perasaan anak atau berusaha mengerti arti pesan yang disampaikan anak. Melalui Proses mendengar aktif itu akan terjadi semacam katarsis (kelegaan emosional) pada anak.

3. Fokuskan pada hal-hal yang mendukung perkembangan anak
Erik Erikson dari Universitas Harvard merekomendasikan, menjadi orangtua aktif bisa difokuskan pada tujuh hal. Yakni, Anda harus menciptakan relasi yang sehat, menyediakan kebutuhan fisik
dan keamanan anak, menerima adanya perubahan, menanamkan nilai-nilai moral, menanamkan nilai spiritual, menggali hal-hal yang menyenangkan untuk anak, dan membantu anak mengembangkan kemampuan-nya.
Riset terbaru mengungkapkan, orangtua yang aktif dan hangat membuat anak lebih mudah Menyesuaikan diri. Perkembangan intelektualnya pun lebih baik. Di samping itu, anak akan lebih memiliki rasa humor, lebih percaya diri, dan punya motivasi belajar.
Nah, bagaimana menjadi orangtua yang aktif bagi anak dalam keseharian? Banyak, kok, yang bisa Anda lakukan. Misalnya dengan bermain bersama, menemaninya dalam menyelesaikan pekerjaan
Rumah. Atau beri perhatian sederhana dengan membuatkannya susu sehabis belajar. Susu DANCOW dapat menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi anak.

4. Aktif di Sekolah Anak
Kepedulian orangtua terhadap anak, dapat diwujudkan salah satunya dengan ikut aktif berperan serta dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah anak anda. Misalnya melalui POMG
(persatuan orangtua murid dan guru) , anda dapat memberikan masukan-masukan mengenai program-program seperti program outing, mentoring, dsb yang dapat diterapkan pada anak untuk dapat menunjang proses belajarnya di sekolah.

Berikut ini, mari uji secara sederhana apakah anda sudah termasuk tipe orangtua yang aktif ?
Apakah Anda selalu meluangkan waktu setiap harinya untuk berinteraksi dengan anak anda, sesibuk apapun anda?
Apakah Anda mengenal hal-hal apa saja yang disukai dan tidak disukai anak Anda? 
Tahukah anda perbedaan karakter anak anda yang satu dengan yang lain?
Aktifkah anda dalam memberi masukan kepada sekolah anak? 
Apakah anda mengetahui masalah-masalah yang dialami anak anda?
Jika jawaban Anda banyak “tidak”-nya, berarti Anda masih kurang aktif terlibat dalam proses
Tumbuh kembang si buah hati. Dengan kata lain, Anda masih harus banyak belajar untuk menjadi
Orangtua aktif! (THS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: