Mengajak Anak untuk Bersosialisasi dengan Lingkungan Sekitar

Mengajak Anak untuk Bersosialisasi dengan Lingkungan Sekitar
Oleh : Dra. Adriani Purbo Psi. MBA

Salah satu kunci sukses hidup bermasyarakat adalah kemampuan untuk bersosialisasi. Bila Anda ingin anak anda trampil bersosialisasi, maka pembelajaran sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Dengan bersosialisasi, banyak hal yang bisa mereka pelajari, seperti sikap toleransi, empati, saling berbagi dan sebagainya. Anak-anak yang mampu bersosialisasi diharapkan akan tumbuh menjadi anak-anak yang merasa aman dan tenteram bila berada di tengah-tengah lingkungannya.

Hal ini sangat diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Namun demikian, mengingat usia anak yang masih dini, dimana fokus anak sebagian besar masih pada diri sendiri, maka sangat diperlukan peran orang tua dalam mendorong dan mengajak anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Untuk mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua:

Kenalkan anak dengan lingkungan sekitar

Orangtua perlu memperkenalkan pada anak bahwa lingkungan sekitar yang harus dipelajari anak bukan hanya rumah, melainkan juga lingkungan di luar rumah dan sekolah.Hal ini perlu agar anak memiliki wawasan mengenai lingkungan sekitar yang dapat membantunya dalam beradaptasi.
Mulailah dengan membawa anak berjalan-jalan di sekitar rumah.Sambil berjalan Anda dapat memperkenalkan anak pada orang-orang yang Anda kenal yang kebetulan Anda jumpai.Selain itu Anda juga dapat menunjukkan pohon-pohon atau bangunan yang ada disepanjang jalan agar anak lebih mengenal situasi sekelilingnya.
Bila anak sudah waktunya untuk sekolah, Anda bisa menjelaskan pada anak tentang sekolah. Misalnya apa saja yang bisa dijumpai di sekolah, keuntungan apa yang bisa diperoleh dengan bersekolah, dan kalau perlu ajaklah anak mengunjungi sekolahnya sebelum ia mulai masuk sekolah.Dengan memperkenalkan anak dengan lingkungannya, diharapkan anak merasa tidak canggung berada di tengah-tengah lingkungannya.

Ajari anak mengenai aturan-aturan sosial

Untuk dapat diterima oleh lingkungan sekitar, orangtua perlu membekali anak dengan pengetahuan mengenai aturan-aturan sosial.Misalnya tidak boleh merebut mainan teman, minta maaf apabila berbuat kesalahan, minta ijin apabila ingin memakai barang teman, dan sebagainya. Aturan-aturan sosial ini bisa diajarkan kepada anak misalnya melalui kegiatan mendongeng atau membaca buku cerita tentang persahabatan atau melalui film-film yang dapat memberikan pelajaran mengenai aturan-aturan sosial.

Beri contoh yang baik bagaimana bersosialisasi

Aturan-aturan sosial yang sederhana dapat dipelajari anak dengan mengobservasi dan meniru orang tuanya baik secara sadar maupun tak sadar. Misalnya, bagaimana ibu dan ayahnya menyapa saat bertemu tetangga,bagaimana orangtua bersikap sopan dan ramah pada saat menerima tamu,bagaimana orangtua tidak begitu saja masuk ke rumah tetangga tanpa mengetuk pintu / minta ijin dulu, dan sebagainya. Orangtua yang suka bergaul, supel dan peka terhadap aturan sosial akan menjadi model yang baik bagi anak untuk belajar bersosialisasi, sehingga besar kemungkinan kelak anak akan berhasil dalam membina hubungan dengan orang lain.

Beri anak kesempatan bergaul

Melalui kesempatan bergaul, anak dapat mempraktekkan ketrampilan sosialnya, sehingga anak dapat secara langsung melihat hubungan sebab akibat antara suatu tingkah laku dan konsekuensinya.Dengan demikian, diharapkan anak lebih dapat memahami prilaku-prilaku mana yang bisa dan tidak bisa diterima orang lain.Sebagai tahap awal, misalnya mengajak anak tetangga atau kerabat, yang umurnya sebaya dan sudah ia kenal, untuk bermain di rumah. Hal ini biasanya dapat menjadi momen tepat agar anak mulai belajar mempraktekkan ketrampilannya dalam menjalin hubungan dengan orang lain.Selain itu mengajak anak berkunjung ke rumah saudara atau kenalan orangtua juga dapat membantu anak untuk mulai berinteraksi dengan orang lain. Jika anak Anda pemalu, undang anak lain yang lebih muda sehingga memberikan kesempatan pada anak Anda untuk menjadi pemimpin.

Beri kebebasan pada anak untuk bergaul dengan bermacam-macam lingkungan.

Pengalaman anak bergaul dengan berbagai macam lingkungan, dapat memperkaya wawasan anak dalam bersosialisasi. Misalnya sesekali ajak anak berbelanja ke pasar, kemudian minta anak untuk belajar bertanya dengan sopan pada penjual atau melakukan transaksi jual beli. Hal ini selain bisa memberi pengalaman bagi anak, juga bisa melatih kepercayaan diri anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Selain itu anak juga bisa dibawa mengunjungi panti asuhan agar anak dapat saling berbagi, berempati serta memiliki kepekaan sosial. Berilah kebebasan pada anak untuk bergaul dengan bermacam-macam lingkungan. Namun sebagai orang tua kita perlu memberi bekal pemahaman pada anak mengenai lingkungan yang baik dan kurang baik baginya.Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan cara mengajak anak untuk berdialog dan menceritakan siapa teman-temannya, bagaimana sifat-sifat dan tingkah laku mereka, dan bersama-sama anak mengevaluasi apakah lingkungan tersebut baik bagi anak.

 


Copyright © 1998 Centrin Internet. All rights reserved.

4 responses to this post.

  1. Mengingat karakter anak saya (18 bulan) yang ceria dan aktif namun pemalu, (karena hanya mau bersalaman dan tersenyum tapi tidak mau digendong orang lain…nampak menjauhi keramaian…..), artikel ini rasanya sangat pas untuk saya dan anak saya,
    Namun bagaimana ya menyaring pengaruh negatif yang mungkin akan timbul dari lingkungan kelak setelah anak kita mulai bergaul….

    Reply

  2. Posted by Hanifa on June 27, 2009 at 3:27 am

    Sebaiknya anak diberikan kesempatan untuk bergaul dengan lingkungan yang baik karena anak akan belajar dari lingkungan pergaulannya, memilih lingkungan yang baik adalah kewajiban kita sebagai orang tua. Sikap asertif (bisa memilih) dalam bergaul penting bagi anak, ini harus kita ajarkan selain itu dipupuk rasa percaya dirinya sehingga nanti anak akan bisa asertif dalam bergaul … karena dengan rasa percaya diri yang tinggi dan nilai-nilai yang telah ditanamkan orang tua anak akan tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang tidak baik.

    Reply

  3. Posted by erny on August 3, 2011 at 1:21 am

    anak saya umur 4 tahun dia ikut playgroup seminggu sekali tapi waktu saya daftarkan untuk sekolah belum mau gimana caranya biar dia mau untuk sekolah padahal sdh dikenalkan bahwa di sekolahnya banyak mainan dll tapi tetap tidak mau apa yang harus saya lakukan trima kasih sblmnya

    Reply

  4. Posted by Hanifa on August 15, 2011 at 12:53 pm

    Mungkin bisa diajak dengan cara persuasif., perlu antar dan temani anak selama disekolah selama beberapa hari sampai kira-kira seminggu , hari pertama diantar sama bundanya kalo perlu ambil cuti.Kalau bundanya kerja hari-hari berikutnya pergi kesekolah bisa sama mbaknya.
    Nanti kalau dia sudah terbiasa pergi kesekolah dia akan merasa ada yang kurang kalau tidak pergi kesekolah. Dicoba dulu dengan pembiasaan,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: