Dengarkan dan Hargai Pendapatnya



Dengarkan dan Hargai Pendapatnya

Layaknya seorang pengacara, Si Kecil tidak mau kalah dalam berbicara. Ia selalu ingin pendapat atau ceritanya didengar.
Jika anak Anda suka berbicara dan tidak bosan bercerita, Anda tak perlu khawatir dengan julukan ‘si cerewet’ yang diberikan kepadanya. Justru sebaliknya, ‘kesukaannya’ ini menunjukkan keberanian dan rasa percaya dirinya yang tinggi. Anda juga patut berbangga hati karena Si Kecil yang tidak malu-malu berpendapat merupakan hasil didikan demokratis yang Anda terapkan di rumah.

Kita semua tahu bahwa komunikasi yang baik merupakan inti dari hubungan yang harmonis. Jika sedari dini Anda sudah mendorong Si Kecil untuk menyuarakan pendapatnya, ia akan terlatih untuk berpikir kritis dan rasa percaya dirinya pun akan tumbuh.
Tapi, sebaiknya Anda menerapkan prinsip dasar dalam berpendapat atau berdiskusi di rumah. Karena Si Kecil yang cerewet , jika tidak dibimbing dengan benar dapat menjadi Si Kecil yang tak mau kalah dan egois. Agar tidak terlalu kaku dan mudah dipahami oleh anak-anak, jangan segan untuk menunjukkannya secara langsung pada mereka dengan:

Menjadi pembicara yang baik

Saat berbicara dengan si kecil, rendahkan volume suara Anda dan kurangi kecepatannya. Berbicara cepat dengan volume suara yang tinggi akan memberi kesan galak pada anak-anak. Cara bicara seperti ini juga akan menyulitkan Si Kecil untuk memahami dengan cepat maksud dari ucapan Anda. Pada akhirnya, Si Kecil pun akan terpengaruh untuk berbicara dengan suara keras.
Karena sering mencontek sikap dan ucapan Anda, pilihlah kata atau kalimat yang sopan saat berbicara di hadapan mereka. Dahului dengan kata “tolong” jika Anda memintanya untuk melakukan sesuatu dan ucapakan “terima kasih” setelahnya. Ini juga akan mencegah Si Kecil menjadi si tukang perintah.

Menjadi pendengar yang baik

Berikan perhatian saat Si Kecil berbicara dengan tidak memotong kalimatnya. Selain kontak mata, gunakan bahasa tubuh positif yang menunjukkan kesediaan Anda untuk mendengarkannya. Misalkan, membungkukkan badan agar sejajar dengan tinggi tubuh si kecil. Perlihatkan pula sikap positif Anda dengan menanggapi pembicaraannya secara serius dan tidak mengolok-oloknya. 

Menjadi pembimbing untuk Si Kecil

Lingkungan dan teman juga dapat mempengaruhi sikap dan cara bicara Si Kecil. Meski banyak contoh baik yang dapat ditiru dari orang tua atau saudaranya, kata-kata kasar mungkin saja keluar dari mulutnya karena ia meniru teman atau orang dewasa lain. Tegurlah secara halus dan terangkan bahwa menggunakan kata kasar dapat berakibat buruk, tidak hanya pada orang lain tetapi juga pada dirinya sendiri.
Biasakan Si Kecil untuk berpikir dahulu sebelum berbicara. Caranya dengan mendiskusikan hal-hal sederhana yang sering dilihat dan dialaminya. Luangkan pula waktu di pagi atau malam hari untuk bercakap-cakap dengannya.

Sederhananya, kehidupan demokratis dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Disini, peran orang tua sangat dominan karena mereka adalah contoh nyata dan panutan bagi anak-anaknya. Anda tidak perlu mengadakan family meeting setiap minggu untuk membiasakan Si Kecil aktif berbicara. Sering mengajaknya ngobrol di waktu luang juga akan membuatnya terbiasa untuk mengutarakan pendapat atau hanya sekadar bercerita tentang segala hal. (nas)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: