Agama dan Umur Panjang

Agama dan Umur Panjang

Nilai-nilai relijius ternyata berperan dalam meningkatkan ketahanan tubuh dan pada gilirannya memperbesar peluang umur panjang. Psikolog Prof Dadang Hawari memaparkannya kepada Republika. Berikut petikan wawancaranya:

Betulkah stres bisa memperpendek umur manusia?

Yang jelas stres menurunkan kekebalan organ-organ tubuh manusia. Organ menjadi cepat aus akibat pikiran yang tidak sehat. Istilahnya terjadi mekanisme psikoneuroendokrenologi. Ini adalah sebuah kondisi di mana ketegangan psikis dalam sistem syaraf memengaruhi kerja hormon hingga menyebabkan gangguan pada tubuh.

Agama kabarnya berpengaruh terhadap umur panjang. Apa benar?

Ya, benar. Dalam ilmu psikologi diajarkan bahwa untuk menjaga ketahanan diri, seseorang harus bebas stres, tidak cemas, tidak depresi, hidup tenang, dan bersikap sabar. Sikap-sikap itu membantu memperpanjang umur manusia. Berbeda dengan orang-orang yang hidupnya terlalu aktif atau selalu tergesa-gesa.
Nah, Allah mengajarkan semua sikap-sikap itu lewat shalat. Dalam shalat, manusia diminta bersikap pasrah. Ikhlas. Setelah telah ada kepasrahan dan keikhlasan, maka sikap positif otomatis timbul dalam diri.

Bagaimana membangun sikap mental positif yang dapat memperpanjang umur?

Itu bisa dirintis lewat shalat. Shalat mengajak manusia menjauhi sikap mungkar. Shalat yang baik adalah yang dihayati. Jangan shalat, tetapi juga korupsi. Jangan cuma menjalani ritualnya, tetapi tidak memaknai maksudnya. Begitu juga dengan puasa. Tujuan puasa adalah untuk mengendalikan diri. Jadi, saya kira, membangun sikap mental positif bisa dimulai dengan melaksanakan rukun iman dan Islam.

Ada bukti kaitan antara agama dan umur panjang?

Tentu. Penelitian di Amerika Serikat memperlihatkan masyarakat yang hidup dalam lingkungan religius berumur lebih panjang ketimbang kalangan yang tidak dekat dengan Tuhan.
Saat ini sedang dikenalkan rahasia sehat dengan rumus BPSS, yakni sehat secara biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Jika ingin disebut sehat seutuhnya, seorang manusia harus sehat pada keempat aspek itu. Secara biologis, misalnya, manusia harus sehat lewat makan yang cukup dan teratur. Jiwa orang tersebut juga tenang. Kehidupan sosialnya baik. Secara spiritual, dia juga merasa dekat dengan tuhan. ind( )

Republika 6 Januari 2008

One response to this post.

  1. Ini kesimpulan yang terlalu di generalisasikan
    Menurut Dadang orang panjang umur karena sikap positif
    Agama mengajarkan sikap positif pada diri sendiri dan orang yang beragama sama, tapi sebaliknya bersikap negatif pada orang yang berbeda agama
    bila anda menghilangkan posisi agama sebagai sesuatu yang memunculkan sikap negatif pada orang lain yang berbeda agama, otomatis agama anda tidak sempurna
    jadi yang benar adalah
    Agama yang tidak sempurna mendukung umur panjang
    cara lain adalah
    Ajaran Sholat dalam agama islam mendukung umur panjang
    atau lebih tepat lagi
    berpikir positif mendukung umur panjang

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: