Tak Usah ke Dokter Lagi

Tak Usah ke Dokter Lagi

Waktu saya ke toko buku, kebetulan lagi grand opening ada sebuah buku yang judulnya cukup menarik perhatian saya, judulnya “Tak Usah ke Dokter lagi”. Boleh juga buku ini pikir saya, halaman buku ini  sebagian besar isinya mengenai sistem kekebalan tubuh manusia yang dijelaskan secara jelas dan mudah dipahami. Selain itu juga buku itu membahas bagaimana kesehatan sudah menjadi ajang industrialisasi farmasi. 

Penulis buku ini bukan seorang dokter, penulisnya dua orang dengan latar belakang sama sekali non medis. Dilihat dari substansinya buku ini berisi ilmu kesehatan yang berbobot untuk ukuran orang non medis dan sangat berguna. Saya menduga selain kedalaman pemahaman kesehatan oleh penulisnya buku ini juga dilatarbelakangi pengalaman pribadi.

Terlepas dari itu kenyataannya saya pernah beberapa kali bertemu dengan orang yang jarang sekali sekali ke dokter, bukan karena tidak pernah sakit tapi mereka mengatasi sendiri sakitnya. Dulu waktu kuliah ada teman yang sakit radang tenggorokan dan badannya panas, saya sarankan ke dokter dia tidak mau, juga setelah saya tawarkan antibiotik ringan dosis rendah, dia menolak. Dia bilang dia tidak biasa minum obat dan dia ingin istirahat saja, memang benar besoknya dia sembuh, hanya dengan tidur dan makan yang cukup. 

Beberapa teman sepertinya anti dengan dokter,  saya perhatikan jika mereka sakit biasa mereka tahu apa yang harus mereka lakukan  seperti jika sakit radang tenggorokan, flu, batuk, pilek mereka usahakan sembuh dengan sendirinya tanpa ke dokter. Tentu saja bukan mereka tanpa alasan untuk itu, mereka umumnya sudah banyak memperoleh informasi tentang kesehatan, intinya mereka sudah mengerti bahwa tubuh sudah mempunyai mekanisme sendiri untuk melawan kuman penyebab penyakit.

Pengetahuan tentang kesehatan memang seharusnya menjadi ilmu yang wajib dimiliki oleh setiap orang bila ingin hidup sehat. Sering ke dokter setiap menderita penyakit apalagi penyakit ringan bukan hal yang bijak. Umumnya pengetahuan dokter mengajarkan mengatasi penyakit dengan obat-obatan, penggunaan obat-obatan yang terlampau sering seperti penggunaan antibiotika akan menimbulkan masalah baru. Seringnya menggunakan antibiotik menyebabkan kuman menjadi kebal terhadap antibiotik, selain itu juga menyebabkan tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap penyakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: