Pergaulan dalam Islam

Perhatian Islam terhadap pergaulan sangat besar sekali, karena adanya urgensi yang besar dan dampak sensitif, sehingga Islam memerintahkan umatnya agar bergaul dengan orang-orang yang benar.  Allah swt berfirman

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. ” (At- Taubah :119)  

 

Islam menganjurkan agar kita bergaul dengan orang-orang yang sholeh

” Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu” (Luqman :15)

Islam juga melarang agar tidak bergaul dengan orang-orang yang  buruk  akhlaknya, bejat moralnya &  zalim, karena banyak sekali pergaulan yang hanya sesaat saja, tetapi bisa membuka aib teman bergaul sampai hari Kiamat dan pada akhirnya diiringi sebuah penyesalan yang tiada henti

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya, seraya berkata, ” “Aduhai kiranya (dulu)  aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an telah datang kepadaku”. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al Furqan : 27-29)

 Rasulullah bersabda, “Seseorang itu menurut agama temannya, karena itu hendaknya seseorang di antara kalian melihat dengan siapa dia bergaul.” ( HR.  Adu Dawud dan Tirmidzi dari abu Hurairah  

 Karena itu tidak heran apabila seorang teman itu secara tidak terasa merupakan guru bagi temannya yang lain. Kepribadian seorang teman itu akan muncul dalam diri temannya yang lain. Demikian halnya dalam etika, pergaulan dan hubungannya dengan orang lain. Penularan itu disebabkan oleh pengaruh kedekatan dan pengaruh cinta. Dia tidak berdiam diri kecuali dia adalah duplikasi temannya, yang mengulang-ngulang perkataannya, yang menampakkan perilakunya dalam perbuatan-perbuatan nya tanpa disadari

Imam Ali RA berkata, “bergaullah dengan orang yang bertakwa dan berilmu, niscaya kalian bisa mengambil manfaatnya, karena bergaul dengan orang yang suka berbuat baik bisa diharapkan (kebaikannya). Jauhilah kerusakan, sungguh jangan bergaul dengan orang -orang yang rusak moralnya, karena bergaul dengan mereka akan menular kepada Anda. Janganlah menjalin hubungan dengan orang yang hina (rendah akhlaknya ) karena itu akan menular kepadamu. Pilihlah temanmu

 

 

About these ads

3 responses to this post.

  1. Alhamdulillah…

    Balas

  2. Posted by arif on Mei 26, 2012 at 2:04 am

    kalo saya tinggal serumah dengan orang yang tidak beramal sholeh dan sayapun terpaksa bergaul dengan mereka karena mereka teman-teman saya. apa yang harus saya lakukan??

    >jawab

    Misalkan kita kost, carilah tempat kost yang penghuninya adalah orang baik lebih bagus lagi kost yang penghuninya taat menjalankan agama dan akhlaknya baik.
    Usahakan bergaul dengan orang-orang yang sholeh kalaupun tidak sholeh, minimal baik dalam arti tidak melalukan perbuatan yang dilarang agama.
    Imbangi usaha kita dengan rajin ke mesjid untuk sholat berjamaah atau mendengarkan ceramah agama sehingga kita sering bertemu dengan orang yang sholeh. Usaha lain adalah dengan banyak membaca bacaan dan menonton acara yang mengantarkan kita kepada kesholehan. Bacalah majalah, koran, buku yang menambah keimanan kita jauhkan bacaan dan tontonan yang dilarang agama.

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: